Minggu, 12 Januari 2014

Kepada Sahabatku Nanifrizka Simamora , Katarina Sihotang ,Desni Venesia purba


Hai.

Pasti kalian semua tertawa aneh saat membaca judul surat ini.

Seperti saat aku melihat kalian pertama kali. Dengan tawa dan senyum yang kau nikmati sendiri di tengah hening saya

Dengan dunia kecil berputar ke kiri yang saya paksakan bergerak di tengah dunia besar yang
berotasi.

Dengan segala tingkah pengundang naiknya alis kanan tanpa geraknya alis kiri.

Dan hebatnya, kalian tidak pernah peduli seberapa aneh kalian di mata saya  serta seberapa mampu kalian membuat kerutan di setiap dahi.

Kalian ingat segala canda yang tercipta, karna pada akhirnya kita berada di dunia yang sama?

Di dalam dunia kecil kalian yang kalian  relakan berbagi denganku (atau mungkin kita mencipta yang baru?). Baiklah, yang jelas aku akan terus bersama kalian

Kalian  ingat pernah mengecewakanku sampai
aku malas untuk meneruskan mengenal kalian ?

Kalian ingat pernah menjadi alasan bersatunya keluhanku dengan serakan tiap motivasi padaku

Tapi aku suka ketika kita menertawakan kata
orang bahwa kita adalah sepasang perempuan salah jalan. Hahaha.

Aku suka ketika kita tahu bahwa semesta di luar sana bisa sebegitu bodohnya. Terlebih, aku suka ketidakpedulian kalian akannya.
Jika para pemilik jejak di atas bola raksasa saja berpikir dengan begitu dangkalnya, kita beruntung memiliki dunia berbeda yang hanya
sepersekian juta besarnya namun dengan pemikiran terbuka.

Yaa, begitulah. Biarkan mereka menjadikan kita bahan cerita.

Tak perlu mengelak, mari berterima kasih karna merekalah keran dari ratusan gelak.

Surat ini bersambung. Seperti cerita-cerita kalian
yang selalu terpotong tanpa ujung.

With a lot of love,
Your dearest pal

 
:)

Jumat, 10 Januari 2014

Inilah Caraku menghilang Dari Hidupmu

Bila kau memang sungguh tak menghendaki lagi hadirku,


aku tak akan meminta lebih,
aku tak akan memaksa sampai
membuat hatiku sendiri perih.

Maka, inilah caraku menghilang dari hidupmu :

Aku tak akan lagi mengucapkan ‘selamat pagi,jangan lupa sarapan’. Tidak.

Aku tak akan lagi memberi kabar, sekedar memastikan kau tidak lupa makan siang. Tidak.

Aku tak akan lagi mengingatkanmu untuk Tidak begadang ,Untuk tidur crpat  seperti waktu dulu.
Tidak.

Aku tak akan lagi memintamu berhati-hati ketika kau hendak pergi. Tidak.

Aku tak akan memintamu berkabar ketika kau hendak terlambat pulang. Tidak.

Aku akan mencoba semuanya, agar kau tahu aku sungguh mampu menghilang dari hidupmu.

Namun …

Aku tak bisa berjanji bahwa tak akan lagi ada rindu

Aku tak bisa berjanji bahwa tak akan lagi ada doa-doa untukmu.

Aku tak bisa berjanji bahwa harapku diam-diam masih selalu tertuju padamu.

Aku tak bisa.

Karena barangkali setelah semua ini, aku akan berjalan saja. Bukan berlari, apalagi mengingkari isi hati.
Aku akan berjalan mengikuti apapun yang ditakdirkan Tuhan.

: Karena menghilang dari hidupmu bukan berarti secepat itu mampu tidak mencintaimu